10 Cara Terbaik Menghadapi Orang Tua yang Pilih Kasih

Pernahkah Anda mendengar tentang cerita orang tua yang pilih kasih kepada anak-anaknya? atau memang Anda sendiri pernah mengalami hal tersebut? pernah merasa bahwa orang tua lebih peduli dan perhatian pada kakak atau adik Anda.

Perasaan tersebut bisa jadi benar, bisa juga tidak. Namun yang pasti, orang tua berbuat seperti itu pasti ada maksud dan alasan tertentu, yang terkadang malu dan ragu untuk mengkomunikasikan hal tersebut.

Tetapi jika memang benar adanya seperti itu, orang tua tersebut sudah masuk pada kategori orang tua yang egois. Egois dalam arti hanya peduli pada anaknya yang menurut pandangannya pantas untuk mendapat perhatian lebih besar dari kakak atau adiknya.

Ada fakta yang menarik yang diteliti oleh para pakar parenting. Bahwasannya orang tua yang memiliki sikap pilih kasih bisa berdampak baik pada anak. Sang anak yang menjadi ”korban” pilih kasih orang tuanya, akan memiliki perasaan lebih halus, peka, dan juga lembut. Anak akan menjadi seseorang yang memiliki perasaan empati atau memahami perasaan orang lain dan tentunya akan lebih banyak dicintai oleh orang-orang yang merasakan kepeduliannya tersebut.

Maka dari itu, jangan terlalu larut dalam kesedihan jika memang orang tua pilih kasih. Daripada Anda sering kesal dan mengumpat karena sikap orang tua tersebut, alangkah lebih baik untuk menjalankan langkah berikut ini dalam pembahasan 10 cara menghadapi orang tua yang pilih kasih.

Langkah Cara Terbaik Menghadapi Orang Tua yang Pilih Kasih

1. Berpikir Positif dan Jadikan Sebagai Motivasi

CARA TERBAIK MENGHADAPAI ORANG TUA YANG PILIH KASIH

Ada beberapa penyebab yang perlu Anda ketahui mengapa orang tua Anda bersikap pilih kasih. Namun, pada umumnya orang tua bersikap seperti itu karena memang di mata mereka,

Anda tidak memiliki kelebihan dan bakat yang bisa dibanggkan. Sampai akhirnya orang tua akan lebih menyayangi dan memperdulikan kakak atau adik Anda.

Baca juga : 10 Cara Menjadi Orang yang Tidak Membosankan

Boleh jadi hal ini kesannya kejam, tetapi jika dikomunikasikan dan saling terbuka kedua belah pihak hal ini tidak akan terjadi.

Tetapi, janganlah cepat putus asa apalagi mengumpat atau berkata kasar kepada kedua orang tua Anda. Tetap berpikir positif dan jadikan hal tersebut sebagai motivasi.

Tunjukkan pada orang tua, bahwa Anda pun memiliki bakat dan bisa mengahsilkan karya yang baik. Dalam proses menjalankan suatu usaha tersebut terulsah perbaiki diri hingga orang Tua Anda pun ”melihat” keistimewaan dalam diri.

Namun, perlu diingat menunjukkan bakat ini bukan untuk balas dendam apalagi menghalalkan segala cara untuk melakukannya.

Karena orang tua pun sebenarnya tidak terlalu peduli dengan hasil tetapi mereka melihat prosesnya.

2. Introspeksi Diri Sendiri

Pasti ada perasaan tidak nyaman ketika memang harus menghadapi orang tua yang pilih kasih.

Di sisi lain Anda pun akan merasa serba salah, harus bersikap seperti apa di depan orang tua , belum lagi perasaan tidak enak menghampiri ketika masih menggantungkan hidup pada orang tua. Maka dari itu, cara berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah introspeksi diri.

Sebelum Anda menyalahkan orang lain, kemudian emosi, bahkan menyalahkan keadaan diri Anda, ada baiknya untuk bercermin dan melakukan evaluasi diri sendiri.

Coba renungkan kembali, adakah sikap atau kata-kata yang membuat mereka tersakiti? Boleh jadi, orang tua pilih kasih karena memang kakak atau adik Anda mau kooperatif dan selalu mendengarkan nasehat-nasehat mereka.

Baca : 10 Cara Membaca Pikiran Orang lain dengan langkah Berikut

Boleh jadi selama ini, Anda selalu membantah dan melanggar aturan kedua orang tua sehingga mereka pun tidak tahu lagi bagaimana harus menasehati Anda.

Maka dari itu, mereka lebih memilih untuk menjauh dari Anda membiarkan Anda berbuat sesuka hati.

Hal ini, jika dibiarkan tidak akan baik untuk hubungan Anda dengan orang tua. Alangkah lebih baik untuk diselesaikan dengan berkomunikasi langsung dan berbicara dari hati ke hati.

3. Sabar dan Tetap Hormati Orang Tua

Cara berikutnya boleh jadi Anda sering mendengar dan sudah tahu akan hal tersebut, namun Anda tidak bisa melewati dan melupakan cara ini yaitu bersabar dalam kondisi tersebut.

Bersabar memang seruan yang diperintahkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an. Bersabar ini merupakan jalan penolong bagi Anda keluar dari berbagai masalah. Selain bersabar Anda pun diperintahkan untuk shalat, artinya ketika memang dihadapi hal yang sulit hanya Allah SWT yang mampu menolong Anda.

Selain bersabar, langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah membuang jauh-jauh rasa cemburu, dengki, iri, sakit hati. Karena perasaan yang negatif tersebut akan banyak menyita waktu Anda sehingga tidak bisa berpikir dengan positif. Jika sudah begitu, Anda pun tidak akan tahu cara seperti untuk bisa memperbaiki hal tersebut.

Setelah bersabar, Anda pun harus tetap menghormati orang tua. Ingat, mereka adalah kedua orang tua yang telah mengasuh dan membesarkan Anda sampai sekarang. Mereka pula yang mau menerima kekurangan dan kelebihan Anda terlebih dahulu sebelum pada akhirnya bertemu dengan sahabat atau pasangan saat ini.

Justru, jika Anda memperlihatkan sikap menghormati tersebut, boleh jadi hal itulah menjadi jalan agar mereka bisa berubah dan tidak pilih kasih.

Dalam ajaran agama Islam pun telah diajarkan, bahwa orang tua kafir atau musyrik pun harus tetap dihormati. Apalagi jika masalahnya adalah orang tua yang pilih kasih yang secara kasat mata bisa diubah.

Mengapa sangat perlu untuk menghormati orang tua? Karena Ridho Allah SWT tergantung dari Ridho Orang Tua.

4. Lakukan Komunikasi dengan Orang Tua

Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan komunikasi pada orang tua. Tahap mengkomunikasikan pada orang tua ini adalah untuk membicarakan apa-apa yang menjadi penggajal dalam diri Anda terhadap orang tua.

Karena pada dasaranya apa-apa yang menggajal dalam hati tidak akan baik untuk kesehatan Anda. Terlebih hal tersebut berpotensi membuat Anda berpikiran negatif terhadap orang-orang yang di sekitar.

Maka dari itu, tanyakan pada orang tua Anda langsung mengapa bersikap pilih kasih dan lebih menyayangi adik atau kakak.

Ungkapkan bahwa Anda sangat sakit hati dan tidak nyaman akan hal tersebut. Jika perlu katakan pula bahwa Anda ingin diperlakukan sama seperti mereka.

Ungkapan unek-unek yang ada dalam diri Anda, akan memberikan efek entah itu positif atau negatif. Namun yang pasti, Anda telah berani mengeluarkan ganjalan dalam diri. Sehingga memang harus siap dengan resiko yang diterima.

Tetapi, dari sanalah orang tua akan tahu ungkapan isi Anda dan boleh jadi setelah itu akan ada perubahan yang menghampiri.

5. Jaga Jarak Bila Diperlukan

Untuk Anda yang sulit atau tidak bisa menahan emosi, alangkah lebih baik untuk sementara waktu menjaga jarak dari orang tua. Tentunya, keputusan ini diambil ketika memang tidak ada cara lain lagi untuk ditempuh.

menjaga jarak bukan berati memutuskan silahturahim apalagi pertalian antara orang tua dengan anak. Saat Anda menjaga jarak tersebut, disanalah kesempatan Anda untuk bisa menjadi lebih mandiri dan menujukkan kemampuan Anda di bidang yang dipilih.

Tidak perlu memikirkan hal lain, tugas Anda adalah fokus terhadap apa yang dikerjakan. Perlihatkan bahwa Anda memang sangat layak untuk mendapatkan perhatian pula dari orang tua walaupun harus berjauhan.

Jika kondisi hubungan Anda dan orang tua sudah mulai membaik, segeralah pulang ke rumah. Adapun jika sudah berkeluarga, usahakan untuk tetap berkomunikasi, apalagi di zaman yang serba canggih ini Anda bisa memanfaatkan sosial media.

6. Menyampaikan Nasihat dengan Mengutamakan Sopan Santun

Jika memang tindakan pilih kasih ini merupakan hal yang benar-benar salah apalagi sudah menyimpang dari seharusnya, maka sejatinya seorang anak diperbolehkan untuk measehatinya atau menyampaikan kebenaran tersebut.

Pada dasarnya seseorang itu tidak mau dinasehati apalagi jika orang tersebut lebih tua umurnya dari Anda. Mak dari itu, saat menasehati harus menggunakan adab yang benar dan mengutamakan sopan santun agar tidak merasa digurui.

Usahakan menasehatinya dengan pembicaraan yang tenang dan santai agar orang tua pun merasa nyaman, santai, dan tidak tersinggung dengan apa yang Anda katakan.

Namun, jika Anda memang bukan orang yang terlalu berani memberi nasehat yang positif, ada cara lain yang bisa digunakan, Yaitu meminta bantuan orang lain yang disegani kedua orang tua Anda, bisa dari kerabat atau saudara.

Atau jika hal tersebut tidak memungkinkan bisa lewat tulisan serta memberinya buku yang menyangkut masalah yang dihadapi. Tugas Anda adalah berusaha, selanjutnya biarkan Tuhan Yang Maha Esa untuk menentukkan hasilnya.

7. Menahan Emosi

Memang bukanlah perkara yang mudah untuk bisa menahan emosi apalagi jika Anda ingin berbicara kebenaran kepada seseorang yang melakukan tindakan yang tidak seharusnya.

Apalagi seseorang tersebut adalah kedua orang tua yang telah pilih kasih terhadap anak-anaknya.

Karena mereka orang tua Anda, maka dari itu harus berusah untuk bisa menahan emosi. Menahan emosi bukan berarti Anda ”kalah” dan mau diinjak-injak. Justru sebaliknya, Anda telah bersikap bijaksana mampu menahan amarah dan berbuat seperti itu untuk menghormati kedua orang tua.

Menahan emosi merupakan tindakan yang terbaik dan tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan apalagi menimbulkan penyesalan.

Jangan sampai dari emosi yang tidak bisa ditahan tersebut, bisa menimbulkan perpecahan keluarga dan bukan memberikan solusi, justur sebaliknya menambah masalah dalam keluarga.

Maka dari itu, sebelum Anda menyalurkan emosi yang tidak seharunya, alangkah lebih baik untuk mengkomunikasikan terlebih dahulu, mengapa orang tua Anda pilih kasih?

8. Curhat Kepada Adik atau Kakak

Cara terbaik berikutnya untuk menghadapi orang tua yang pilih kasih adalah dengan mencurahkan isi hati Anda kepada adik atau kakak.

Boleh jadi ditengah kesibukan yang Anda jalani, belum atau tidak tahu dengan kondisi yang sedang dihadapinya sehingga mereka lebih memerlukan support dari orang tua.

Dari curahan hati dan bertukar pikiran tersebut biasanya akan ada hal-hal yang memang belum diketahui dan ada solusi yang bisa dilakukan bersama-sama.

Tentunya dari upaya yang dilakukan ini, selain ada solusi yang diterima, hubungan persaudaran Anda dengan adik atau kakak akan semakin erat satu sama lainnya.

karena dukungan dari keluargalah yang terkadang sangat diperlukan untuk menghadapi masalah-masalah yang ada disekitar Anda.

9. Membalas Perbuatanya dengan Perbuatan yang Baik

Seperti halnya api yang panas tentu akan padam jika beri air yang dingin. Begitupun ketika orang tua bersikap tidak semestinya pada Anda, maka tindakan yang perlu Anda lakukan adalah terus berbuat baik padanya.

Hal itu perlu dilakukan, mengingat seseorang yang membuat Anda tidak enak hati tersebut adalah orang tua sendiri, orang tua yang membesarkan Anda.

Selanjutnya, sama halnya seperti ”air panas” tersebut, jika dibalas dengan pemicu api yang kian besar api pun tak akan pernah padam. Maka dari itu, mulai dari sekarang cobalah untuk membalas tindakan mereka dengan hal-hal yang baik. Boleh jadi, dari apa yang Anda lakukan tersebut bisa mengubah tindakan mereka yang selama ini membuat Anda bertanya-tanya akan hal tersebut.

10. Jauhi Perdebatan dan Jangan Menyakiti Perasaan Orang Tua.

Langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan sebisa mungkin untuk menghindari perdebatan. Tentunya sangat tidak baik untuk berdebat dengan orang tua karena bisa memicu kata-lata yang tidak seharusnya. Bila sudah keluar kata-kata tersebut orang tua pun akan merasa tersakiti perasaannya.

Baca : 10 Cara Menjadi Orang Sabar dan Ikhlas dalam Menghadapi Masalah

Jika memang tidak setuju dengan pernyataan orang tua Anda bisa berbicara dengan lembut atau memilih untuk diam saja. Perlu diingat dan diketahui, bahwasannya menyinggung atau menyakiti perasaan orang termasuk tindakan durhakan pada orang tua, dan hal tersbeut merupakan dosa besar.

Maka dari itu, agar tidak terjerumus dalam dosa tersebut alangkah lebih baik untuk menjauhi perdebatan, jangan menyakiti perasaan mereka, serta lakukan cara lain yang telah tertulis di atas.

Nah, itulah dia 10 cara terbaik untuk menghadapi orang tua yang pilih kasih, senoga bermanfaat untuk Anda.