10 Cara Meredam Emosi Diri Saat Anda Marah

Berdasarkan penelitian, seseorang yang emosional dikarenakan cara mereka menilai sebuah kejadian. Seperti menangis ketika mengalami peristiwa sedih, tertawa karena melihat peristiwa lucu, merasa kesal ketika terjebak macet, dan lain sebagainya.

Termasuk ketika seseorang sulit untuk berkonsentrasi dikarenakan emosi negatif yang bersemayam dalam diri seperti marah dan kecewa. Jika terus dipelihara tentunya bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Oleh karena itu, emosi negatif tersebut tidak baik bila terus dipelihara serta sangat penting untuk bisa dikendalikan.

Pada dasarnya mengekspresikan sebuah emosi adalah tindakan normal yang dimiliki setiap orang. Walaupun begitu, tetap saja harus bisa mengekspresikan emosi dengan tepat apalagi jika berhubungan dengan emosi negatif memang harus diredam agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Untuk bisa meredam emosi diri sendiri saat Anda marah memang susah-susah gampang. Namun, tidak ada alasan untuk mengubah hal tersebut karena Anda bisa melakukan beberapa cara seperti yang akan diulas di bawah ini;

1. Diam dan Tenangkan Diri

Cara menenangkan diri saat anda marah

Saat Anda marah terhadap suatu keadaan yang tidak diharapkan, maka segera kendalikan diri dengan diam dan bersegera menenangkan diri.

Seseorang yang sedang marah biasanya akan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. Maka dari itu, agar tidak ada orang yang tersakiti lebih baik diam untuk sementara waktu agar amarah Anda bisa mereda.

Selain iu, cobalah untuk menenangkan diri dengan melakukan hal berikut ini;

  • Tarik Napas dalam-dalam, saat Anda melakukan hal pikirkan juga pemandangan atau hal-hal indah yang pernah dirasakan. Karena dengan hal tersebut, emosi Anda akan meredam sedikit demi sedikit.
  • Mengalihkan aktivitas, selain diam tidak berkata cobalah untuk mengalihkan aktivitas seperti menonton tv, memasak, mengerjakan pekerjaan rumah, hingga berbaring.

Cara ini biasanya ampuh untuk bisa meredam emosi yang menguasai diri.

2. Berempati Pada Orang Lain

Biasanya penyebab seseorang marah dikarenalah masalah yang tergolong sepele namun karena keegoisan diri masalah tersebut menjadi besar.

Oleh karena itu, solusi yang bisa dilakukan adalah berempati terhadapi orang lain. Karena dengan berempati Anda bisa merasakan pikiran atau keadaan yang sedang dirasakan serta dipikirkan orang lain.

Contohnya, bila Anda sedang mengendarai kendaraan kemudian ada seseorang yang tiba-tiba menyebrang hingga membuat Anda harus mengerem mendadak yang biasanya membuat emosi menjadi naik.

Sebelum emosi semakin naik, diam dan kemudian berempatilah, pikirkanlah hal yang positif boleh jadi orang tersebut sedang ada masalah sehingga tidak fokus menyebrang. Atau boleh jadi orang tersebut tidak bisa menyebrang sehingga membuatnya ragu hingga menganggu laju kendaraan.

Dengan terbiasa berempati, Anda tidak akan mengeluarkan kata-kata kasar yang bisa menyakitkan orang tersebut dan membuat Anda menyesal.

Berempati itu memang tidak akan bis alangsung dijalankan, naum bisa dibiasakan sampai Anda bisa meredam amarah tersebut.

3. Berwudhu

Cara berikutnya untuk bisa meredam emosi diri saat marah adalah dengan berwudhu. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda;

“Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api itu hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, jika seorang di antara kamu marah maka berwudhulah. ” (Riwayat Abu Daud).

Seseorang yang selalu menjaga wudhunya, akan ada perasaan tidak nyaman bila harus marah. Karena orang yang memiliki wudhu akan berusaha menjaga diri dari perbuatan maksiat dan malu kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Maka dari itu, ketika Anda emosi segera mengucapkan ‘’Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah’’ kemudian ambilah air wudhu. Setelah Anda melakukan hal tersebut hati Anda akan merasa tenang kembali.

Bila Amarah masih hingap dalam hati, Rasulullah SAW pun bersabda ;

“Maka apabila salah seorang di antara kamu marah dalam keadaan berdiri maka duduklah. Apabila dalam keadaan duduk maka berbaringlah.” (Riwayat Abu Daud).

Marah memang penyebab utama seseorang tidak bisa berpikir jernih. Marah pun bisa menonaktifkan sel otak Anda sehingga seseorang yang marah tidak bisa mengontrol perilakunya.

Maka dari itu, tahan amarah Anda dengan mengamalkan apa-apa yang telah Rasulullah SAW contohkan.

4. Olahraga

Cara lain untuk bisa meredam emosi saat marah adalah dengan berolahraga. Olahraga yang dilakukan pun beragam, seperti lari, berenang, sepak bola, hingga jalan kaki.

Olahraga apapun yang Anda jalankan bisa merangsang zat-zat kimia dalam otak sehingga membuat Anda bahagia dan rileks. Tidak hanya itu dengan berolahraga pun bisa melenturkan ketegangan syaraf pada tubuh.

Oleh karena itu, luangkan waktu 3 kali dalam seminggu untuk berolahraga dengan masing-masing waktu 15-30 menit.

Anda bisa memilih jenis olahrga yang disukai dan membuat nyaman. Selain bisa membantu meredam emosi, badan Anda pun akan sehat dan juga bisa memiliki tubuh ideal.

Olahraga yang dipilih pun tidak harus yang mahal, bisa pula olahraga yang hanya mengandalkan tubuh Anda seperti jalan, lari, senam, atau melihat tutorial olahraga di sosial media.

5. Ungkapkan Rasa Marah dengan Asertif

Perlu diketahui bahwa asertif adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan sesuatu yang diinginkan, dipikirkan, dan dirasakan oleh Anda kepada orang lain dengan tetap menghargai dan menjaga hak serta perasaan orang lain.

Seseorang yang mengungkapkanya secara asertif memang harus jujur terhadap dirinya untuk bisa mengekspresikan pendapat, perasaan, dan kebutuhan tanpa berlebihan atau memanfaatkaan orang lain.

Nah ketika Anda marah, cobalah untuk meredamnya dengan cara asertif. Dengan begitu, apa yang menjadi uneg-uneg Anda tidak akan menjadi dendam atau menjadi penyakit. Dan yang lebih penting, cara ini bisa membuat Anda membangun hubungan pertemanan yang sehat dengan orang lain.

Keuntungan dari orang-orang yang bisa bersikap asertif diantaranya adalah ;

  • Bisa mengontrol emosi
  • Bisa menungungkapkan pendapat dan ekspresi yang seharusnya tanpa rasa takut.
  • Bisa berkomunikasi dengan lancar kepada orang lain.

6. Fokus Pada Hal yang Positif

Ketika Anda sedang dipuncak emosi pastinya tidak bisa beripikir dengan jernih. Namun, pasti ada celah untuk bisa berpikir hal lain yang lebih positif.

Nah, sebelum benar-benar emosi Anda memuncak dan benar-benar tidak bisa berpikir jernih, cobalah untuk bisa memikirkan hal-hal lain yang lebih positif.

Caranya dengan fokus memikirkan sesuatu yang menyenangkan dan jangan memikirkan hal-hal yang buruk. Bila perlu, Anda bisa pergi dari tempat yang tidak membuat nyaman sehingga bisa fokus untuk meredam amarah dengan hal-hal yang positif.

Semakin Anda sering mempraktekan hal ini ketika marah, maka Anda akan terlatih untuk bisa meredam emosi tanpa harus menyakitkan diri sendiri dan juga orang lain.

7. Hindari Tempat atau Situasi yang Bisa Menyulut Emosi

Cara berikutnya untuk bisa meredam emosi adalah dengan hindari tempat atau situasi yang bisa menyulut emosi Anda.

Hal ini perlu dilakukan sementara waktu agar hati dan pikiran Anda memang bisa terkontrol dengan baik. Apalagi jika hal tersebut menyangkut perasaan atau kehidupan orang yang bisa jadi renggang karena hal tersebut.

Adapun contohnya adalah sebagai berikut;

Jika Anda tinggal di kota yang padat penduduk dan selalu kesal serta penuh emosi ketika jalanan macet di pagi hari saat berangkat kerja, maka solusi yang bisa dilakukan adalah mengatur jadwal keberangkatan Anda lebih awal.

Selain itu bisa pula gunakan kendaraan lain yang efisien dan mudah mengantarkan Anda pergi ke kantor dengan tepat waktu.

Atau contoh lain, misalnya teman satu kantor Anda berbuat jail dan sudah dibatas keterlaluan. Maka Anda bisa untuk menghindarinya untuk sementara waktu sampai suasana hati tenang dan apa yang dilakukannya tidak menyulut hati Anda.

Menghindari situasi dan tempat ini bersifat sementara, setelah ahti tenang wajib Anda selesaikan agar bisa tetap kondusif dan aman.

8. Jalankan Aktivitas yang Anda Sukai

Bila emosi sudah memuncak dan Anda ingin menyalurkan kemarahan tersebut pada hal yang bermanfaat. Salah satunya adalah dengan menjalankan aktivitas yang Anda sukai.

Sekarang, coba ingat-ingat kembali, hobi apa sajakah yang senang dilakukan dan sudah lama tidak melakukannya? Pasti ada bukan ?

Nah, sekarang coba untuk lakukan kembali aktivitas tersebut agar bisa meredam emosi diri.

Anda bebas menentukan aktivitas sepert traveling, bersepeda, menulis, membaca, menonton film, dan lain sebagainya.

Tentunya dengan mengerjakan aktivitas yang Anda senang bisa membuat hati dan pikiran lebih tenang dan juga bisa menjadi sarana untuk terhindar dari stres.

9. Curhat kepada Orang yang Anda Percaya

Ketika Anda dipenuhi rasa marah dan ingin meredam, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan curhat atau cerita kepada orang Anda percaya.

Memilih orang yang tepat untuk menceritakan uneg-uneg Anda adalah hal yang tepat agar orang tersebut tidak membocorkan atau memberitahu pada orang lain yang nanti malah membuat Anda tambah emosi.

Dengan menceritakan sesuatu yang mengganjal pada diri Anda jelas akan sangat membantu untuk bisa memulihkan emosi Anda menjadi lebih tenang dan rileks.

Jika dirasa masalah yang dihadapi sudah sangat berat dan sering menyulut emosi Anda. Maka jangan malu, ragu, dan gengsi untuk bisa mencertiakan hal tersebut pada psikiater.

Biasanya mereka akan membantu seseorang menghadapi masalah yang sulit lewat akar-akar masalah yang sebelumnya tidak pernah diketahui oleh Anda.

10. Introspeksi Diri

Cara meredam emosi selanjutnya adalah dengan mengintrospeksi diri. Cara ini sangat jarang dilakukan dan sedikit yang melakukannya karena diperlukan sikap dewasa serta meredam ego yang ada dalam diri.

Pada dasarnya menyalahkan orang lain itu sangat mudah dibandingkan harus mengakui bahwa kesalahan ada dalam diri sendiri.

Baca juga :

Dengan introspeksi diri dan menilai diri sendiri biasanya perlahan-lahan amarah tersebut akan terkikis bahkan bisa melupakan marah pada orang lain bahkan tidak akan sulit untuk mengkoreksi kesalahan orang lain.

Penutup

Marah pada dasarnya adalah emosi normal yang dimiliki seseorang ketika tidak sesuai dengan harapan. Namun, marah juga bisa menjadi sesuatu yang buruk apabila dilakukan secara berlebihan bahkan hingga merugikan orang lain.

Walaupun terkesan buruk, marah sebenarnya bukanlah sesuatu yang menakutkan karena hal tersebut bisa diredam dengan cara-cara yang positif sehingga marah pun bisa teratasi dengan baik.

Rasulullah SAW pun telah mencontohkan bahwa ketika marah bisa diatasi dengan berwudhu agar hati dan pikiran menjadi lebih tenang.

Nah, semoga 10 cara di atas bisa bermanfaat untuk Anda yang memang sedang mencari cara untuk meredam emosi diri.