10 Cara Efektif Menghadapi Suami Pelit dn Perhitungan

“Satu dinar engkau sedekahkan dalam perjuangan di jalan Allah dan satu dinar engkau pergunakan untuk memerdekakan budak dan satu dinar engkau sedekahkan kepada orang miskin dan satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu, yang terbesar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu.” (H.R. Muslim)

Hadits di atas yang diriwayatkan oleh Muslim telah menunjukkan bahwasannya untuk perkara mencari nafkah dari suami kepada keluarganya pun telah Rasulullah SAW contohkan. Maka kewajiban Suami menafakhai istri bukan sebuah perkara main-main,melainkan sesuatu ibadah yang perlu dilakukan sebelum nanti diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Namun, pada kenyataannya banyak pula suami yang luput untuk tidak menafkahi istirnya ataupun pelit dan perhitungan kepada keluarganya sendiri.

Jika istri ridha dan memaklumi hal tersebut boleh jadi perkara ini tidak akan terlalu dipermasalahkan karena adanya kesepakatan. Jika sebaliknya, maka suami telah melanggar janji yang pernah diucapkannya ketika Ijab Qabul.

Lalu,Cara efektif seperti apakah untuk bisa menghadapi suami yang memiliki sifat pelit dan perhitungan tersebut? Ini Dia Ulasannya !

1. Tidak Emosi dan Bersabar

car menghadapi suami pelit dan perhitungan

Perkara keuangan dalam rumah tangga ini memang sesuatu yang sangat penting namun sanat sensitif. Dari masalah keuangan ini pun banyak suami istri yang harus bercerai karena memang tidak bisa untuk diselesaikan dengan baik-baik.

Sebaai orang muslim, tentu mengetahui bahwasannya perceraian itu tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Jika ingin mempertahankan rumah tangga dan tidak mau terpisah karena masalah ini, Maka dari itu, bersikap untuk tidak emosi dan bersabar menghadapi cobaan ini.

Memang hal ini tidak mudah, terlebih wanita selalu menggunakan emosinya dibandingkan dengan logika.

Namun, mau tidak mau harus bisa untuk menahan emosi, berpikir positif bahwasannya suami Anda menabung untuk keperluan keluarga yang lebih baik di masa depan,

Selain itu, bersabarlah terlebih jika Anda sudah memiliki anak. Karena anak masih memerlukan sosok ayah meski dari keteladanan harus diimbangi oleh ibunya.

Dengan bersikap tenang dan tidak emosi itu pula, persiapkanlah strategi untuk bisa berdiskusi dengan suami tentang hal ini di waktu yang tepat.

2. Cari Waktu Khusus untuk Berdiskusi dengan Suami

Setelah Anda tenang dan tidak emosi, cara berikutnya adalah mencari waktu khusus untuk bisa berdiskusi dengan suami.

Perlu di waktu khusus juga dikarenakan agar emosi atau suasana Anda dengan suami benar-benar tenang. Kebayang bukan bila Anda sampaikan selepas suami bekerja atau saat Anda sudah mengurus rumah seharian?

Baca juga :

Biasanya di waktu-waktu tersebut adalah waktu yang lelah setelah beraktivitas, sehingga apa yang akan didiskusikan pun tidak akan tersampaikan dengan baik.

Adapun kunci dari diskusi ini adalah hindari komunikasi yang berjalan hanya satu arah saja, baik dari masalah dan sudut pandang Anda sebagai istri.

Melainkan cobalah untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang yang berbeda, artinya Anda pun perlu mengetahui alasan, pendapat, masalah yang ada pada suami sehingga menimbulkan kesan suami yang pelit dan perhitungan.

Dengan melihat dari sudut pandang yang berbeda ini akan tercipata komunikasi dua arah guna melahirkan atau mencari solusi bersama terhadapi masalah yang dihadapi.

3. Sampaikan Rasa Keberatan Anda pada Suami

Suami ada partner pasangan hidup yan setiap harinya akan menemani Anda dalam suka dan duka. Ada baiknya antara suami istri terbuka dalam segala hal termasuk jika memang ada rasa keberatan atau uneg-uneg yang mengganjal dalam hati.

Perlu untuk disampaika, karena dari masalah yang terpendam bisa menimbulkan masalah yang besar dalam rumah tangga.

Ketika Anda mencoba untuk berdiskusi dengan suami, sampaikan pula tentang rasa keberatan Anda pada suami terutama dalam perkara suami pelit dan perhitungan tersebut.

Sampaikanlah rasa keberatan tersebut dengan baik-baik, tidak emosi, dengan nada bicara normal biasanya.

Rasa keberatan tersebut bisa dimulai dari resah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari jika tidak ditopang oleh penghasilan suami. Ataupun keresahan lain yang memang berdampak besar terhadap keberlangsungan hidup sehari-hari dalam rumah tangga.

Sekali lagi, jangan dipendam karena masalah tidak akan pernah selesai bila dipendam dan hanya dipenuhi prasangka dari diri sendiri yang belum tentu benar seperti itu.

4. Terbuka dalam Hal Rincian Kebutuhan Sehari-hari dan Bulanan

Cara berikutnya adalah suami perlu tahu tentang rincian butuhan sehari-hari dan bulanan, karena itu sebagai istri harus bisa lebih terbuka dalam hal ini.

Menunjukkan rincian kebutuhan sehari-hari dan bulanan bertujuan pula untuk lebih menyakinkan pasangan.

Selain itu, wawasan suami pun akan lebih terbuka terhadap rincian rumah tangga yang memang semakin lama semakin naik.

Biasanya, bila ada keterbukaan suami pun akan lebih mengerti dan membuang prasangka bahwa uang belanja tersebut tidak dipakai untuk kebutuhan lain.

Boleh jadi, suami pun akan mengubah sifat pelit dan perhitungannya menjadi lebih royal dan percaya terhadap istrinya.

Maka dari itu, mulai dari sekarang siapkan pembukan yang jelas dan rinci kemudian tunjukkan pada suami tentang uang yang diberikan kepadanya.

5. Libatkan Suami untuk Ikut Berbelanja

Aktivitas berbelanja pada dasarnya disukai oleh semua orang, termasuk oleh kaum laki-laki. Namun, fenomena yang ada dan tersebar di masyarakat adalah bahwa kaum laki-laki tidak menyukai belanja, padahal yang tidak mereka suka adalah tentang perbedaan cara laki-laki dan perempuan ketika berbelanja.

Fenomena inilah yang kerap membuat istri malas untuk mengajak suami dan juga sebaliknya suami pun memilih untuk tidak ikut ketika berbelanja.

Padahal dengan melibatkan pasangan ketika berbelanja, ada banyak wawasan yang perlu diketahui termasuk soal kenaikan harga pokok dan juga kefektifan untuk membeli barang yang diperlukan.

Nah, jarangnya melibatkan pasangan dalam belanja pun bisa menimbulan persepsi ang berbeda termasuk dalam hal keuangan ini. Suami merasa bahwa sang istri terlalu boros, sehingga suami pun harus membatasi pemberian uang.

Dan istri pun merasa suami pelit dan perhitungan sehingga kebutuhan sehari-hari tidak bisa terpenuhi dengan baik.

Maka dari itu, cobalah untuk melibatkan suami berbelanja dengan terlebih dahulu berdiskusi barang apa saja yang akan dibeli.

Tujuan berbelanja bareng ini juga bisa saling mengetahui kebutuhan masing-masing dan kebutuhan yang digunakan bersama. Hal ini juga bisa membangun bonding antar suami istri yang boleh jadi belum ditemukan sampai saat ini.

6. Menyimpan Barang Belanjaan yang Mudah Terlihat oleh Suami

Jika suami tetap tidak mau untuk diajak belanja, Anda bisa melakukan cara ini yaitu menyimpan barang belanjaan yang mudah terlihat oleh suami.

Bila menyimpannya di tempat yang mudah terlihat, diharapkan suami pun tahu Anda telah membeli barang-barang kebutuhan untuk keperluan rumah. Sehingga, jika barang tersebut berkurang, suami pun mengetahuinya.

Berbeda dengan halnya, jika Anda menempatkan ditempat yang tertutup dan kembali meminta uang untuk membeli barang yang sama, suami pun akan bertanya-tanya dan menimbulkan prasangka lain terhadap istrinya sendiri.

Jika perlu, minta tolonglah pada suami untuk menentukan tempat penyimpanan barang sehari-hari. Dengan begitu, Anda dan suami bisa saling bekerja sama mengontrol kebutuhan tersebut.

Cara tersebut juga bisa untuk membuat suami lebih peduli lagi dengan keadaan di rumah.

7. Sisakan Uang untuk Ditabung dan Biarkan Suami untuk Mengetahuinya

Jika Anda menginginkan sesuatu, cobalah untuk menabung dari hasil sisa uang belanja bulanan. Sisihkan tiap hari, minggu, atau bulannya mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 50.000.

Tempatkan celengan tersebut di tempat yang mudah terlihat suami serta katakana padanya bahwa Anda menabung uang tersebut untuk membeli tas, make up atau barang lain yang diidamkan serta diperlukan.

Boleh jadi dengan cara ini dan melihat kegigihan Anda menabung barang yang diinginkan membuat suami merasa malu, jika dia masih punya perasaan.

Tidak perlu banyak berharap apapun, namun jika suami tergerak untuk membelikan bahkan mengubahnya sifat pelit dan perhitungannya, bersyukurlah.

Boleh jadi, sifat pelit dan perhitungan yang dimilikinya tersebut dikarenakan kurang peduli, pura-pura lupa, dan lain sebagainya.

8. Ajak Seluruh Anggota Keluarga untuk Berhemat

Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi suami pelit dan perhitungan adalah dengan mengajak mereka untuk berhemat.

Misalnya, ketika tagihan listrik membengkak, dan uang kebutuhan rumah tidak naik, maka Anda bisa membuat peraturan baru di rumah untuk menghemat listrik.

Hal ini juga bisa berdampak pada biaya transport anak dan juga suami untuk bisa menggunakan transportasi umum, jalan kaki, mengurangi jalan-jalan yang tidak perlu dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, cara berhemat pun bisa dilakukan untuk memasak, yaitu membuat masakan denan mengurangi minyak dan lebih bisa berinovasi membuat makanan dari hasil rebusan atau dipanggang.

Dengan penhematan yang luar biasa ini, mudah-mudahan suami Anda pun tergerak untuk bisa lebih royal dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan cara ini pun bisa berdampak positif untuk diri sendiri, yaitu tidak selalu mengeluh dan menjadi lebih kreatif.

9. Meminta Modal untuk Usaha

Cara berikutnya adalah dengan meminta modal pada suami untuk berwirausaha. Tentunya usaha yang dijalankan bukan skala besar melainkan skala kecil yang keuntungannya bisa menutup kekurangan uang belanja.

Jika Anda masih bingung memulai usaha, mulailah menjadi seorang reseller denan cara online. Ataupun jika Anda memiliki keahlian memasak dan menjahit bisa dengan memulai menjual makanan di depan rumah atau membuka jasa jahit kecil-kecilan.

Sampaikan niat ini ketika suami sedang dalam keadaan santai. Sampaikan pula tujuannya bahwa untuk menutup kekurangan kebutuhan rumah tangga dan tidak untuk membebani suami.

Baca juga :

Namun, Anda tetap memiliki kewajiban untuk mengingatkan suami memberikan nafkah kepada anak dan istrinya.

10. Meminta Izin untuk Bekerja

Jika, suami tidak memberikan modal pada Anda, cobalah meminta izin padanya untuk bekerja. Dengan begitu, mudah-mudahan suami pun tersadar akan kondisi dan keperluan rumah yang memang belum cukup jika nominal yang diberikan masih sama dan tidak naik-naik di waktu yang tepat.

Jika suami mengizinkan, maka Anda pun harus siap dengan segala konsekuensinya. Namun, tetap perlu diingat bahwasannya suami harus tetap memberikan nafkah pada istri dan anak-anaknya.

Penutup

Nah itulah dia ke 10 cara efektif menghadapi suami pelit dan perhitungan. Semoag bermanfaat dan ada titik terang untuk bisa mengubah suami Anda ke arah yang lebih baik. Jangan lupa pula untuk selalu berdoa sehabis beribadah.